Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Tarcisius Cup XIII Kelor 2016

Kembali lagi event kevikepan yang ditunggu-tunggu Misdinar se-DIY! Tarcisius Cup XIII Kelor 2016! Sungguh ada yang baru dari kegiatan TC kali ini. Mari kita kupas satu per satu.

Tarcisius Cup sudah terselenggara selama 13 kali dan rutin dilaksanakan sejak tahun 1991, yang artinya sudah 25 tahun TC terselenggara. Kegiatan dua tahunan ini menjadi salah satu khasnya misdinar kevikepan DIY. Entah sejak kapan kegiatan ini menjadi agenda kevikepan karena awalnya diselenggarakan oleh rayon kota saja. Akan tetapi, hal tersebut tidak lebih penting dari semangat yang ingin diusung dalam TC.
Semangat persahabatan dan persaudaraan antar misdinar kevikepan adalah dasar dari munculnya kegiatan TC. Sayangnya beberapa tahun belakangan, semangat dasar ini mulai terkikis dan tidak dikenal oleh para peserta TC. Semangat persahabatan tergantikan oleh semangat kompetisi. Semua peserta saling sikut untuk menjadi yang terbaik. Keprihatinan ini menjadi perhatian kevikepan. Romo Dani, bidang liturgi kevikepan, ingin mengembalikan semangat persahabatan dalam kegiatan TC. Ada cerita menarik Paroki Baciro dengan Romo Dani.
Pertengahan Januari 2016, Romo Dani berkunjung ke Paroki Baciro dan mencari asal usul dan kisah terjadinya TC. Saat itu, Romo ditemui oleh alumni misdinar, perwakilan tim liturgi paroki, dan Romo Mul. Dalam diskusi malam itu, mengungkap beberapa ketentuan tidak tertulis tentang TC seperti yang saya tulis di blog ini tahun 2010. Dalam pertemuan ini, didapati bahwa perlu wadah atau forum antar misdinar se-kevikepan yang terdiri atas perwakilan rayon. Forum ini bisa menentukan penyelenggaraan TC sehingga ketika juara umum didapati adalah petahana atau yang pernah juara umum, maka ada pihak yang memimpin diskusi.
TC XIII awalnya sangat simpang siur penyelenggaraannya. Moderator misdinar kevikepan DIY saat ini sedang kosong, sehingga tidak ada yang memperhatikan penyelenggaraan ini. Ketika kemudian bidang liturgi kevikepan harus mengelola, maka informasi yang ada tidak akan lengkap karena moderator 'lah yang lebih tahu tentang TC. Keberadaan forum antar misdinar se-kevikepan memang sangat penting. Sebelum ditentukan Paroki Kelor sebagai tuan rumah, Paroki Baciro yang paling mendapat banyak pertanyaan menjelang TC XIII kali ini karena sebagai juara umum sebelumnya.
Kembali ke TC XIII Kelor. Untuk mengembalikan semangat persahabatan yang mulai pudar, kevikepan dan panitia menekankan kejuaraan sebagai nomor sekian. Pesan utama yang terus didengungkan adalah "kita datang mencari kawan bukan lawan." Perlombaan yang terlalu kuat kompetisinya dihapuskan dan dikembalikan kepada lomba keliturgian. Kemudian diputuskan bahwa perlombaan adalah Lektor, Mazmur, Paramenta, Cerdas Cermat Litrugi (CCL). Lomba non-litrugi hanya ada 2, yaitu lomba gobak sodor dan balap bakiak. Paroki Baciro mengikuti semua lomba. Kontingen dibatasi hanya sejumlah 35 orang saja. 
Dengan menggunakan 2 bus, Misdinar Baciro berangkat menuju Kelor pada pukul 06.45. Perjalanan sekitar 1,5 jam berlalu dengan cepat. Saat tiba, belum terlalu banyak peserta yang hadir. Segera mencari tempat duduk yang sudah disediakan di lapangan samping gereja dan melakukan registrasi ulang. Pembukaan acara dilakukan sekitar pukul 09.10 yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Putra Altar. Sambutan oleh Romo Paroki Kelor dan dilanjutkan dengan penjelasan lokasi masing-masing lomba. Peserta diarahkan oleh panitia yang membaca bendera kecil bertuliskan nama lomba. 
Kegiatan lomba berlangsung semarak dan berjalan baik sampai pukul 13.00. Lomba lektor, Baciro mendapatkan urutan 31 dan Mazmur urutan 14. Pada lomba CCL Baciro langsung lolos ke putaran final pada penyisihan pertama karena hanya salah 1 nomor dari soal yang diujikan. Lomba paramenta dimulai dengan penyisihan namun sayang Baciro tidak lolos penyeisihan pertama sehingga tidak melaju ke tahap berikutnya. Lomba gobak sodor dimulai dan Baciro terus menang hingga ke final bertemua Pugeran. 
Lomba CCL putaran final diikuti oleh 5 paroki. Sempat terjadi kehebohan protes dari paroki lain yang kurang memahami peraturan yang sudah disampaikan oleh panitia berulang kali. Lomba CCL Baciro meraih juara 2. Lomba lektor dan mazmur tidak mendapatkan juara. Pada lomba gobak sodor, saat bertanding dengan Nanggulan, kedua suporter saling mendukung dan berusaha menjalin persahabatan dengan bernyanyi bersama, "Di sini Baciro, di sana Nanggulan, di mana mana kita saudara. Ooo..." Final Gobak sodor dimenangkan oleh Pugeran.
Saat lomba balap bakiak akan diselenggarakan, tiba-tiba turun hujan yang sangat deras dan cukup lama sehingga menggenangi lapangan yang akan digunakan lomba. Panitia memutuskan lomba balap bakiak dibatalkan dan tidak ada pemenang.
Datangnya hujan pada pertengahan acara sangat menggangu penyelenggaraan TC XIII ini. Lingkungan dekat panggung menjadi becek sehingga mengganggu acara penyerahan piala. Karena hujan yang deras tersebut pula banyak peserta TC yang meninggalkan tempat lomba lebih awal. Paroki yang menonton acara penyerahan piala bisa dihitung dengan jari. Panitia sepertinya kurang siap menghadapi datangnya hujan.
Berdasarkan penghitungan poin lomba liturgi, Paroki Kalasan menjadi juara umum TC XIII Kelor 2016. Berikut daftar para pemenang lomba:
MAZMUR
  1. Nandan
  2. Somohitan
  3. Pringwulung
  4. Kalasan
  5. Pakem
LEKTOR
  1. Stasi Pojok
  2. Wonosari
  3. Pugeran
  4. Bandung
  5. Minomartani
CCL
  1. Pakem
  2. Baciro
  3. Kalasan
  4. Kelor
  5. Stasi Pojok
PARAMENTA
  1. Kalasan
  2. Wates
  3. Babadan
  4. Somohitan
  5. Stasi Tambakrejo
GOBAKSODOR
  1. Pugeran
  2. Baciro
  3. Nanggulan
  4. Boro
Peringkat juara umum sebagai berikut.
1. Kalasan (poin 10)
2. Pugeran (poin 8)
2. Baciro (poin 8)
4. Pakem (poin 6)
4. Pojok (poin 6)
4. Somohitan (poin 6)
7. Nandan (poin 5)
8. Wonosari (poin 4)
8. Wates (poin 4)

Ah...ada satu hal lagi yang baru. Berdasarkan konsensus tidak tertulis bila ada paroki yang memenangkan juara umum TC sebanyak 3x berturut-turut maka berhak memiliki piala bergilir yang saat itu ada. Karenanya, piala bergilir TC yang selama ini digunakan sudah menetap di Paroki Baciro. Kemudian Paroki Baciro membuatkan piala bergilir yang baru. Piala bergilir ini akan dijabarkan filosofinya pada postingan berikutnya. Berikut penampakan piala bergilir yang lama dan baru.

Foto: Kiri piala bergilir lama, kanan piala bergilir baru.

Cukup panjang pos saya kali ini. Galeri foto kegiatan bisa dilihat di instagram Misdinar Baciro atau lihat di running pic di bagian paling bawah blog ini.

Demikian berita pelaksanaan Tarcisius Cup XIII Kelor 2016! Jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah ya.

Perubahan Tampilan Blog


Setelah 4 tahun vakum, blog ini kembali diperbarui. Agar terlihat lebih menarik dan sederhana untuk ditampilkan, maka mimin mengganti tampilan blog.
Pada bagian paling atas, judul tetap sama, yaitu Misdinar Baciro. Kemudian di bawahnya terdapat navigasi beberapa topik yang memiliki karakteristik mayoritas dari isi blog ini.
Entri blog masih sama dengan beberapa fitur sharing dan label hanya dikurangi hanya untuk 4 media yang populer di Indonesia. Setelah entri ada satu bagian yang menyebutkan kembali Misdinar Baciro sebagai bagian dari Paroki Baciro.
Bagian selanjutnya adalah Tampilan beberapa blog post yang ada di blog ini. Barangkali Anda tertarik untuk melihat artikel kami yang lain sehingga melengkapi blog ini. Tidak lupa pada bagian bawah tersedia tempat untuk menyampaikan komentar terkait pos yang telah dibuat.

Kali ini kita lihat pada bagian sidebar/sisi.
Paling atas pengenalan Misdinar Baciro dan gambaran isi blog yang akan ditemui. Fitur yang pada tampilan sebelum masih ada tetap kami pertahankan, yaitu flag counter. Fitur ini cukup bermanfaat untuk melihat situs kami diakses dari mana saja.
Selanjutnya ada pos paling populer yang ada di blog ini. Sepuluh pos paling populer kami tampilankan di sini. Kemudian ada Label. Label ini dapat membantu isi yang Anda cari dalam blog ini. Label dan pos blog ini masih sedikit sehingga tidak terlalu rumit untuk menemukan artikel yang Anda cari.
Bagi Anda yang ingin berlangganan konten terbaru kami, bisa mengisi kotak email sehingga akan langsung muncul notifikasi di email Anda ketika kami publish entri baru. Arsip blog adalah konten wajib, jadi tentu tidak akan dihapus.
Fitur ngobrol online sementara ini masih masuk dalam sidebar, namun saat ini dalam pertimbangan untuk dihapus. Alasannya tentu saja karena dilihat lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Ya benar! BOT.
Anda blogger? Yak masih ada dong fitur Pengikut. Ini penting dan tidak akan pernah dihapus.
Bagian kontributor saat ini masih ada. Sesungguhnya kami mengubah email kontributor kami karena sedikit bermasalah pada akun yahoo kami. Karenanya kami mengganti dari PPA Baciro menjadi Misdinar Baciro pada nama kontributor. Mas Rinenggo masih menjadi kontributor. Lalu kami tambahkan Mas Tato sebagai kontributor agar lebih nyaman dalam memasukkan konten.

Dari tadi masih sama ya isinya dengan yang tampilan lalu? Yak ini yang baru!

Sliding instagram pictures! Ini sedang tren sekali kan. Instagram. Kami tampilkan foto2 akun instagram kami. Lima belas foto terbaru kami tampilkan. Jangan lupa follow ya!
Selanjutnya bagi media connect juga kami tampilkan. Facebook tidak lagi di samping tapi kami pindah ke bawah ini dan ditemani Twitter, Youtube, G+, LingkedIn, dan Pinterest. Hmm...sepertinya beberapa akan kami hapus karena tidak ada akunnya.
Tampilan baru masih dalam perbaikan dan penataan tapi sudah kami publish agar tidak terlalu lama underconstruction. So exciting!

The last but not the least, thanks to Gooyabi Templates yang sudah mendistribusikan tampilan yang baru. This template created by Yoo..!Templates!With Love!

Rekoleksi Menurutku Misdinar Itu

Baiklah saya kembali mengelola blog ini guna menunjukkan kepada Anda bahwasanya Misdinar Baciro masihlah menjadi inspirasi bagi saya.
Tahun ini Rekoleksi diselenggarakan di bulan Juni akhir. Kegiatan rutin ini mengambil tempat yang tidak biasa, yakni di Wisma Sanata Dharma, Pentingsari, Cangkringan, Sleman. Jadi tidak di daerah Kaliurang dan sekitarnya. Rekoleksi kali ini mungkin bisa dibilang sedikit berbeda, karena selain tempatnya yang sulit dijangkau juga kebutuhan dapur yang harus disiapkan sendiri oleh pengurus (piring and friends). Hal ini menjadi pelajaran tersendiri bagi para pengurus. Sayangnya, hal ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para pengurus. Kegiatan cuci-mencuci kebutuhan dapur tersebut dapat digunakan sebagai media untuk mengajarkan “rasa” menjadi pelayan bagi rekan mereka sendiri. Dengan sekian banyak anggota dan pengurus (berangkat dengan 3 bus kota), pekerjaan cuci-mencuci ini menjadi tidak ringan mengingat setiap piring ditemani oleh sendok dan gelas.

Secara keseluruhan Rekoleksi kali ini baik penyelenggaraanya. Momen yang paling menarik bagi saya adalah ketika pengantar menuju renungan. Sebelum memulai renungan, pengurus memutar sebuah video yang menceritakan pendapat para pengurus tentang Misdinar. Tema “Menurutku Misdinar itu…” tersampaikan dalam video tersebut dan menariknya, setelah video selesai, pengurus masuk dengan membawa lilin ke ruangan yang digelapkan. Dengan iringan lagu “On the Night Like This” yang dipopulerkan oleh Mocca, pengurus mengungkapkan isi hati mereka kepada adik-adik Misdinar. Ketika telah tercurahkan seluruhnya, pengurus membaur bersama seluruh anggota dan menyanyikan lagu tersebut diiringi dengan alunan gitar dan biola yang menyentuh hati.

Esok harinya, permainan wide game telah menanti. Poin pokoknya adalah kerjasama, kekompakan, toleransi, air dan tepung. Riuh rendah! Puas bermain, para misdinar kemudian membersihkan diri dan sarapan. Lalu sesi yang penting untuk hari itu pun dimulai. Pemilihan ketua umum yang baru! Para kandidat adalah mas Bimo, mbak Dian, dan mbak Ayuk. Dengan kampanye dan persaingan perolehan suara yang ketat, maka terpilihlah mbak Ayuk sebagai Ketua Umum Misdinar Baciro! Kegiatan Rekoleksi kali ini ditutup dengan mempersembahkan seluruh acara dalam perayaan ekaristi bersama Rm. G. Suprayitno Pr.

Baciro, 2 Juli 2011

Tarcisius Cup X Bedog

Menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi rekan-rekan pengurus Misdinar Baciro ketika mengikuti kegiatan Tarcisius Cup (TC) di Bedog tahun ini. Berangkat dengan menggunakan dua bus yang terisi sesak oleh anggota, pengurus dan segala pernak-pernik lomba menjadi kenangan yang berbeda dan sulit untuk dilupa. Sekalipun selalu seperti itu, keguyubrukunan Misdinar Baciro tak pernah tergantikan.

Setelah tiba dan beristirahat sejenak di lokasi, teman-teman dan adik-adik menuju Gereja Bedog untuk acara pembukaan. Alhasil hanya mendapat tempat duduk di tangga depan pintu masuk. Pembukaan selesai dan bertebaranlah para misdinar sekevikepan di areal Gereja Bedog, ada yang lomba akustik, futsal, paramenta, CCA, gelar budaya, lektor, dan koor serta mazmur. Beruntung bin mujur, hanya dua lomba yang mendapat nomor undian bersamaan. Pertama kita mendukung paduan suara & mazmur di urutan 7, yang mana berhasil luar biasa karena pada sore sebelumnya masih dinilai 5,5 oleh mbak Vani & mas Dion. Selanjutnya mengunjungi panggung akustik dengan “Tuhan Sumber Gembiraku” dan “Sekitar Kita”, lalu menilik CCA yang masuk babak final melawan Nandan dan Pringwulung. Di penghujung urutan 13, gelar budaya menampilkan kelucuan dan keseriusan penggarapan konsep pertobatan.

Sudah pukul 15.00 dan panggung gembira pun ditampilkan. Romo G. Suprayitno dan perwakilan dari Pringwulung melepaskan sepasang merpati sebagai simbol diadakannya TC, yaitu untuk menjalin persaudaraan antar misdinar se-Kevikepan DIY. “Bukak sithik jos, bukak kabeh gembrobos, Baciro ahee” menjadi yel yang paling banyak diserukan ketika kami membawa enam piala untuk tahun ini. Iya, Misdinar Baciro bawa enam piala tahun ini: Piala CCA juara 3, mazmur juara 2, koor juara 2, dan gelar budaya juara 1. Bonus 1 piala sebagai Juara Umum Pertama dan 1 trophy bergilir yang ditutup dengan kaca.

Semua sudah berjalan, proses dan pelaksanaan berjalan seiringan. Ketiga kalinya Misdinar Baciro membawa pulang trophy bergilir, pertama pada TC II Bintaran, kedua pada TC VIII Pringwulung dan kali ini TC X Bedog. Sejauh ini Misdinar Baciro menjadi satu-satunya yang pernah melakukan hal tersebut. Semoga hal ini tidak menjadikan kami sombong dan melupakan tugas pokok kami sebagai Pelayan, karena semuanya menjadi sia-sia bila tanpa kesetiaan pelayanan.

Akhir kata, sampai jumpa lagi di tahun 2012 pada TC XI Mlati. Tuhan Memberkati.

Persiapan Tarcisius CUP X 2010

Misdinar Baciro akan mengikuti kegiatan dua tahunan yang telah rutin diselenggarakan untuk misdinar se-Kevikepan DIY, yaitu Tarcisius Cup. Tahun ini adalah penyelenggaraan untuk kali ke sepuluh dengan tuan rumah Stasi Santa Lidwina Bedog, Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran. Stasi ini beralamat di jalan Jambon RT 007/23 Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan yang merupakan perwujudan dari program kerja Putra-Putri Altar Kevikepan DIY ini akan diselenggarakan pada hari Minggu, 8 Agustus 2010 mulai pukul 08.00-16.00 WIB. TC X ini diikuti kurang lebih 25 paroki dan stasi. Untuk dapat menumbuhkan semangat persaudaraan, tuan rumah TC kali ini dibantu beberapa alumni Misdinar Baciro dalam hal kepanitiaan. Hal serupa yang juga diberikan pada tuan rumah TC IX yang lalu.

Dalam rangka mewujudkan tujuan kegiatan poin ke-5 dalam proposal, yaitu menumbuhkan semangat sportifitas bagi anak dan remaja dalam suatu kompetisi, maka TC X ini dirangkai dengan berbagai macam lomba. Lomba dibagi dalam dua kategori besar, yaitu Lomba Liturgi dan Lomba Non-Liturgi.

Lomba Liturgi adalah lomba yang berkaitan dengan bidang liturgi dan ekaristi di dalam gereja. Lomba Liturgi terdiri dari: Lomba Cerdas Cermat Alkitab (CCA), Lomba Mempersiapkan Perayaan Ekaristi (Paramenta), Lomba Koor dan Pendarasan Mazmur, dan Lomba Lektor. Ketentuan dari lomba-lomba ini bervariatif dengan batasan usia peserta yang beragam antara SD-SMA.

Lomba Non-Liturgi adalah lomba yang tidak berkaitan dengan bidang liturgi atau ekaristi, melainkan berkaitan dengan bakat dan kemampuan lain dalam hal seni dan olahraga. Lomba Non-Liturgi terdiri dari: Lomba Musik Akustik Kreatif, Lomba Futsal, dan Lomba Gelar Budaya.

Dengan banyaknya jenis lomba kali ini, Misdinar Baciro tidak dapat mengikuti seluruh lomba mengingat sebagian besar anggota terserap untuk Lomba Koor & Pendarasan Mazmur dan Lomba Gelar Budaya. Sekalipun demikian, Misdinar Baciro tetap antusias untuk ikut serta dalam TC X 2010 agar semangat persaudaraan dari kegiatan TC dapat tetap mampu menjalin persaudaraan antar Misdinar se-Kevikepan DIY dan bukan menjunjung tinggi angkuh diri untuk mampu menjadi juara umum. Akhir kata, untuk segenap alumni, para pemerhati Misdinar Baciro dan Umat Paroki Kristus Raja Baciro, kami mohonkan dukungannya dalam bentuk apapun dan tentunya datang pada hari Minggu, 8 Agustus 2010 pukul 08.00-16.00 WIB di Stasi Bedog.

Terima kasih dan Tuhan Memberkati.

Susunan Pengurus Periode 2009-2011

Semenjak pengurus baru dilantik pada November 2009 lalu, pengurus baru ini telah resmi berjalan selama 4 bulan. Tugas harian, mingguan, dan misa Natal pun sudah dijalani dengan baik. Saat ini pengurus dan anggota tengah sibuk menjalani latihan tugas Paskah yang akan jatuh pada awal April tahun ini. Bersamaan dengan hal tersebut, beberapa pengurus dan anggota yang berada di tingkat akhir sedang akan menghadapi Ujian Nasional. Ujian Nasional tahun ini akan diselenggarakan pada akhir bulan Maret.

Pengurus yang saat ini tengah bertugas adalah sebagai berikut:

Ketua :

Agnes Putri Maylani Pamungkas (Puput)

Wakil Ketua :

Mateus Seto Dwiadityo (Adit)

Sekretaris :

Gelar Mahatvani de Chantal (Vani)

Carolina Ngesti Tusing (Teti)

Bendahara :

Chatarina Setyowati (Rina)

Regina Ari Septiningrum (Nana)

Sie Acara :

Angelia Desta Mundi (Teta)

Amand Ayudhia Sahri (Ayu’)

Laurensia Frida Alviani (Alvi)

Sie Liturgi :

F. Ratna Dwi Lestari (Dwi’)

Henri Permana (Hendri)

Aloysia Dianita Budiati (Dian)

Yudho Leksono (Yudo)

Sie Humas :

Gidion Krisnadi Yoseph (Dion)

Angela Yuvita Nila Anindya (Yuvi)

Fernando Bagus (Bagus)

Sie Perkap :

Yosef Bimo (Bimo)

Yohanes Satya Pradipta (Johan)

Heribertus Dwindeka Herdinanta (Deka)

Eugenius Novianta Arno Pratama (Arno)

Baciro, 4 Maret 2010


Pelantikan Anggota Baru Misdinar Baciro


Acara yang belum lama ini diselenggarakan oleh pengurus baru adalah Pelantikan Anggota Baru Misdinar Baciro. Acara yang berlangsung bersamaan dengan Hari Pesta Pembaptisan Tuhan tanggal 10 Januari 2010 diselenggarakan bersama dengan peryaan ekaristi misa ke-3 pukul 18.00. Sejumlah 15 anak dilantik secara resmi oleh Rm. G. Suprayitno Pr. dengan mereciki air suci kepada para anggota baru ini.

Tradisi pelantikan bagi anggota baru Misdinar Baciro sebenarnya baru dimulai pada pertengahan tahun 2006. Saat itu bersamaan dengan datangnya gembala baru di Paroki Baciro, yaitu Rm.Yitno. Sebelum para anggota ini dilantik, mereka telah menjalani latihan-latihan selama kurang lebih dua bulan sehingga mereka lebih siap untuk bertugas harian. Pelantikan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan pelantikan pengurus. Akan tetapi, yang bertindak sebagai pengantar pada pelantikan anggota ini adalah ketua misdinar periode sebelumnya, yaitu mbak Dina, sedangkan pengurus baru mendampingi para anggota terlantik di depan altar. Pelantikan dilakukan oleh Rm.Yitno selaku Romo Paroki Baciro. Dengan dilantiknya para anggota baru ini, maka secara resmi mereka sudah diperbolehkan untuk bertugas pelayanan.

Semoga dengan hadirnya para anggota baru ini semakin memberi teladan bagi seluruh umat bahwa berani melakukan pelayanan dalam Kristus adalah anugrah dan semoga para anggota baru ini juga membuat Misdinar Baciro semakin berkembang dan dicinta. Tuhan Memberkati.
Baciro, 22 Januari 2010

Pesta Nama dan Pelantikan Pengurus Baru Periode 2009-2011

Setelah diadakan pemilihan pada rekoleksi yang lalu dan telah melalui masa transisi selama dua bulan, pengurus baru siap dilantik dan bertugas. Oleh karena hal tersebut, maka pada Pesta Nama tanggal 15 November 2009 diselenggarakanlah Pelantikan Pengurus Baru Periode 2009–2011. Sebelum acara pelantikan tersebut digelar, pada Sabtu malam (14/11), seluruh pengurus lama dan baru serta para anggota mengadakan acara Pesta Nama St. Albertus Alberta di gubuk paroki.

Pada acara malam itu terbilang cukup meriah dan ramai. Acara dimulai pada pukul 18.30 dengan sambutan-sambutan dan permainan yang menyenangkan. Bagian yang cukup menarik adalah saat pemutaran video saat memenangkan Lomba BKSN di Nandan dan video preview kepengurusan periode 2007-2009. Video yang cukup menggelitik dan mengharukan ini sukses menarik perhatian seluruh peserta acara. Kemudian acara dilanjutkan dengan makan malam dan menyalakan kembang api (dengan pengawasan tentunya). Beberapa tamu undangan dan alumni juga turut diundang dalam acara ini.

Pada pagi berikutnya, Misdinar Baciro bertugas koor dengan seragam putih-hitam. Dilanjutkan dengan pelantikan pengurus setelah homili. Mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, Bpk. Paulus Martadi (Alm.) selalu menjadi pembina dalam mengantar pengurus baru kepada romo untuk dilantik, maka kali ini pengurus lama memohonkan bantuan dari Mas Novi (Link.Gendeng Selatan) untuk menjadi pengantar kepada romo. Serah terima kepengurusan disimbolkan dengan penyerahan jubah misdinar dari pengurus lama kepada pengurus baru. Misa pukul 08.00 pada hari itu ditutup dengan menyanyikan Mars PPA Baciro dan Hymne PA se-Kevikepan.

Selamat menjalankan tugas baru bagi para pengurus baru dan Puji Tuhan pengurus lama masih bersedia mendampingi perjalanan yang masih panjang ini. Tuhan Memberkati.

Baciro, 12 Januari 2010

Lomba Bulan Kitab Suci Nasional “MENJADI SAKSI IMAN, SIAPA TAKUT? Belajar dari Kitab Makabe”

“Riweuh!” Mungkin cuma kata itu yang bisa menggambarkan situasi Misdinar Baciro ketika tanggal 11 Oktober 2009 di Nandan kemarin. Mulai dari tiga minggu yang penuh perjuangan keras rekan-rekan panitia dan seluruh anggota hingga perjalanan pulang setelah lomba. Bahkan memata-matai peserta lain juga dilakukan beberapa pengurus karena penasaran dengan penampilan saingan.

Persiapan Lomba Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2009 ini sungguh menguras tenaga. Langkah pertama dalam persiapan adalah mencari anggota-anggota yang tepat untuk masing-masing lomba. Ketiga lomba yang memerlukan lebih sedikit orang yaitu lomba lektor, lomba perikop kitab suci dan lomba CCA ditentukan lebih dulu. Selanjutnya, lomba festival budaya nusantara (fesbud) dimulai dari plot cerita yang sesuai dengan ketentuan dari Panitia BKSN. Skenario awalnya menggunakan bahasa Indonesia, baru setelah itu dibahasajawakan.

Misdinar Baciro merasa tidak akan mampu sukses tanpa bantuan segenap umat dan komunitas yang ada di paroki. Oleh karena menyadari itu, para pengurus meminta bantuan beberapa komunitas paroki untuk membantu latihan, seperti lektor dan perikob kitab suci. Nah, kebetulan di Misdinar Baciro ada yang bersekolah di SMKI Bantul, hal ini mempermudah persiapan lomba fesbud yang ingin diikuti. Setelah konsep gendhing dan tarian sudah ada, latihan pun dimulai. Adik-adik yang belum pernah menari pun dilatih dengan sabar oleh rekan-rekan pengurus, mulai dari mendak sampai megol. Hebatnya, dua minggu sebelum lomba para penari sudah tempuk gendhing. Hasil ini membuat latihan lebih nyaman karena bisa penyesuain antara niyaga dan penari. Masalah yang masih muncul adalah durasi. Waktu 10 menit yang disyaratkan panitia cukup merepotkan. Alhasil, para sinden (vocal group [VG] Misdinar Baciro yang terbentuk dua tahun lalu karena lomba BKSN juga) harus sedikit “berlari” saat pembuka. Hari Kamis, 8 Oktober 2009, waktu terbaik yang tercatat adalah 9 menit 45 detik.

Misdinar Baciro hendak membawa nama paroki, karena itu pada hari Sabtu 10 Oktober 2009, para pemain lomba fesbud pentas di depan segenap umat saat homili ekaristi. Hal ini dilakukan untuk menggalang dukungan dan menggalang dana karena biaya sewa kostum tidak murah (apalagi pemainnya sampai 25 anak). Dari dukungan segenap umat, Misdinar Baciro maju lomba dengan mantap.

Lomba berjalan dengan meriah dan Puji Tuhan karena tidak turun hujan. Dengan nomor undian pertama, lomba lektor diikuti terlebih dahulu, lalu lomba perikop dan kemudian CCA. Lomba fesbud sendiri, Misdinar Baciro mendapat undian ketiga. Saat pentas fesbud dari Misdinar Baciro hampir semua penonton yang membawa kamera dan handycam mengambil gambar. Bukan bermaksud sombong, tapi bisa dibilang penonton terpukau pada penampilan Misdinar Baciro, sampai-sampai gong peringatan 8 menit dari panitia tidak dibunyikan lho. Setelah pentas, tepuk tangan riuh rendah membahana dari segenap penonton dan ibu-ibu Paroki Baciro. Kabar yang tidak kalah menggembirakan adalah lomba CCA maju ke final. Dengan segenap dukungan dari seluruh Misdinar Baciro di tempat, kontingen CCA Baciro juara pertama. Beberapa menit kemudian, lomba fesbud sudah menampilkan seluruh peserta. Tak berselang lama, pengumuman para juara disampaikan. Pada lomba kali ini, Misdinar Baciro menyabet tiga piala, yaitu: Lomba CCA sebagai juara pertama, Lomba Perikob Kitab Suci sebagai juara kedua, dan (yang paling heboh saat diumumkan) Lomba Festival Budaya Nusantara sebagai juara pertama.

Prestasi yang luar biasa ini membanggakan bagi paroki. Setelah proses ini selesai, tawaran pentas di beberapa tempat kembali muncul. Begitu halnya dengan VG yang akan pentas di beberapa tempat pada dua bulan ini karena kemarin sempat manggung juga di lomba BKSN Nandan. Tapi semua prestasi itu tidak membuat Misdinar Baciro menjadi lupa pada dirinya sendiri dan esensi keberadaannya di dalam gereja. Tugas pelayanan ekaristi tetap dijalani dan bahkan dengan semangat baru.

“...di dalam genggam tangan kasih-Mu,

kami Putra-Putri Altar-Mu,

bertugas dan mengabdi,

layani Kurban Misa Suci...”


Baciro, 14 Oktober 2009





Untuk foto lebih banyak, klik di sini

Rekoleksi PPA Baciro 2009 - Berani Bangkit, Berani Mencintai

Waktu setahun sudah dilampaui dengan kesibukan masing-masing baik di dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Suasana kekeluargaan pun mulai mengendur karena sedikitnya frekuensi pertemuan di antara anggota Putra-Putri Altar Baciro. Terlebih bagi teman-teman yang harus menghadapi ujian nasional. Tak jarang harus melepaskan tugas pelayanan selama beberapa waktu agar dapat mempersiapkan ujian dengan lebih sempurna. Dengan berakhirnya masa ujian sekolah dan tahun ajaran baru pun masih cukup jauh, maka Putra-Putri Altar Baciro membuat program khusus. Pada tahun ini, kegiatan khusus yang dilakukan adalah Rekoleksi.
Rekoleksi kali ini dilaksanakan pada tanggal 8 Juli (pukul 10.00) – 9 Juli 2009 (pukul 14.00) di Wisma Omah Jawi, Kaliurang. Jumlah peserta ada 80 anak. Tema yang diambil adalah “Berani Bangkit, Berani Mencintai”. Maksud dari tema ini adalah menumbuhkan sikap keberanian untuk bangkit dari segala rasa enggan, malu, malas yang kerap menghambat untuk berani mencintai tugas pelayanan sebagai Putra-Putri Altar. Hal yang menarik dari rangkaian acara yang disusun pengurus adalah acara malam. Pengurus berani memberi contoh kepada adik-adiknya untuk berani mencintai tugas pelayanan. Simbolisasi yang ditunjukkan adalah dengan mencium kaki adik-adiknya dan memberi pesan secara personal agar mereka mau untuk tetap menjaga PA, tetap menjaga adik-adiknya dan menghormati kakak-kakaknya. Pada sesi tersebut banyak sekali tangis haru dan acara ini sangat berkesan di hati semuanya.
Pada hari kedua ada acara pos-pos widegame dan orasi oleh para kandidat ketua umum dan pemilihan ketua umum baru untuk periode 2009-2011. Para kandidat adalah Mbak Puput, Mas Adit, dan Mbak Rina. Kemudian dilanjutkan dengan misa yang dipimpin oleh Rm. G. Suprayitno Pr.
Ada pula kejadian lucu yang tidak terekspos, yakni Mas Bimo (alumni) dan Mas Fajar tidak percaya kalau jumlah peserta ada 80 anak, kemudian benar-benar dihitung satu-satu. Alhasil, hitungannya memang 80 benar. Lalu mereka berkomentar, “Lha wong anaknya kecil-kecil jadinya ya kelihatan ngga ada 80 peserta.” Hehe, bukan pesertanya yang kecil-kecil mas, tapi alumninya yang sudah kegedean mungkin. Yup...itulah sedikit berita yang bisa disampaikan terkait dengan kegiatan Putra-Putri Altar Baciro terbaru.

Baciro, 24 Juli 2009