Daftar Isi

Alumni Terdaftar [1]

Berikut daftar alumni yang telah terdata sampai tanggal 24 Januari 2010:

0. Nama Lengkap – Panggilan – Tahun Angkatan (pertama kali masuk PPA)

  1. Andreas Wiken Saktiantoro – Wiken – 1985

  2. YP Diksi Agni Kustanta – Hani – 1986

  3. Stephanus Yunanto Arywendho – Yuyun – 1988

  4. Imanuel Natalius Riyadi – Paidin – 1994

  5. Arnoldynna Dea S.R.T – Dynna – 2000

  6. V. Retno Dewi Wijayanti – Retno – 2002

  7. Vincentius Andrasto – Tato – 1998

Bagi rekan-rekan alumni yang belum terdaftar dapat mendowload formulir pada hyperlink di atas dan dikirimkan kembali via email di misdinarbaciroyk@yahoo.co.id. Jangan lupa fotonya yaa...


Pelantikan Anggota Baru Misdinar Baciro


Acara yang belum lama ini diselenggarakan oleh pengurus baru adalah Pelantikan Anggota Baru Misdinar Baciro. Acara yang berlangsung bersamaan dengan Hari Pesta Pembaptisan Tuhan tanggal 10 Januari 2010 diselenggarakan bersama dengan peryaan ekaristi misa ke-3 pukul 18.00. Sejumlah 15 anak dilantik secara resmi oleh Rm. G. Suprayitno Pr. dengan mereciki air suci kepada para anggota baru ini.

Tradisi pelantikan bagi anggota baru Misdinar Baciro sebenarnya baru dimulai pada pertengahan tahun 2006. Saat itu bersamaan dengan datangnya gembala baru di Paroki Baciro, yaitu Rm.Yitno. Sebelum para anggota ini dilantik, mereka telah menjalani latihan-latihan selama kurang lebih dua bulan sehingga mereka lebih siap untuk bertugas harian. Pelantikan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan pelantikan pengurus. Akan tetapi, yang bertindak sebagai pengantar pada pelantikan anggota ini adalah ketua misdinar periode sebelumnya, yaitu mbak Dina, sedangkan pengurus baru mendampingi para anggota terlantik di depan altar. Pelantikan dilakukan oleh Rm.Yitno selaku Romo Paroki Baciro. Dengan dilantiknya para anggota baru ini, maka secara resmi mereka sudah diperbolehkan untuk bertugas pelayanan.

Semoga dengan hadirnya para anggota baru ini semakin memberi teladan bagi seluruh umat bahwa berani melakukan pelayanan dalam Kristus adalah anugrah dan semoga para anggota baru ini juga membuat Misdinar Baciro semakin berkembang dan dicinta. Tuhan Memberkati.
Baciro, 22 Januari 2010

Pesta Nama dan Pelantikan Pengurus Baru Periode 2009-2011

Setelah diadakan pemilihan pada rekoleksi yang lalu dan telah melalui masa transisi selama dua bulan, pengurus baru siap dilantik dan bertugas. Oleh karena hal tersebut, maka pada Pesta Nama tanggal 15 November 2009 diselenggarakanlah Pelantikan Pengurus Baru Periode 2009–2011. Sebelum acara pelantikan tersebut digelar, pada Sabtu malam (14/11), seluruh pengurus lama dan baru serta para anggota mengadakan acara Pesta Nama St. Albertus Alberta di gubuk paroki.

Pada acara malam itu terbilang cukup meriah dan ramai. Acara dimulai pada pukul 18.30 dengan sambutan-sambutan dan permainan yang menyenangkan. Bagian yang cukup menarik adalah saat pemutaran video saat memenangkan Lomba BKSN di Nandan dan video preview kepengurusan periode 2007-2009. Video yang cukup menggelitik dan mengharukan ini sukses menarik perhatian seluruh peserta acara. Kemudian acara dilanjutkan dengan makan malam dan menyalakan kembang api (dengan pengawasan tentunya). Beberapa tamu undangan dan alumni juga turut diundang dalam acara ini.

Pada pagi berikutnya, Misdinar Baciro bertugas koor dengan seragam putih-hitam. Dilanjutkan dengan pelantikan pengurus setelah homili. Mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, Bpk. Paulus Martadi (Alm.) selalu menjadi pembina dalam mengantar pengurus baru kepada romo untuk dilantik, maka kali ini pengurus lama memohonkan bantuan dari Mas Novi (Link.Gendeng Selatan) untuk menjadi pengantar kepada romo. Serah terima kepengurusan disimbolkan dengan penyerahan jubah misdinar dari pengurus lama kepada pengurus baru. Misa pukul 08.00 pada hari itu ditutup dengan menyanyikan Mars PPA Baciro dan Hymne PA se-Kevikepan.

Selamat menjalankan tugas baru bagi para pengurus baru dan Puji Tuhan pengurus lama masih bersedia mendampingi perjalanan yang masih panjang ini. Tuhan Memberkati.

Baciro, 12 Januari 2010

Lomba Bulan Kitab Suci Nasional “MENJADI SAKSI IMAN, SIAPA TAKUT? Belajar dari Kitab Makabe”

“Riweuh!” Mungkin cuma kata itu yang bisa menggambarkan situasi Misdinar Baciro ketika tanggal 11 Oktober 2009 di Nandan kemarin. Mulai dari tiga minggu yang penuh perjuangan keras rekan-rekan panitia dan seluruh anggota hingga perjalanan pulang setelah lomba. Bahkan memata-matai peserta lain juga dilakukan beberapa pengurus karena penasaran dengan penampilan saingan.

Persiapan Lomba Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2009 ini sungguh menguras tenaga. Langkah pertama dalam persiapan adalah mencari anggota-anggota yang tepat untuk masing-masing lomba. Ketiga lomba yang memerlukan lebih sedikit orang yaitu lomba lektor, lomba perikop kitab suci dan lomba CCA ditentukan lebih dulu. Selanjutnya, lomba festival budaya nusantara (fesbud) dimulai dari plot cerita yang sesuai dengan ketentuan dari Panitia BKSN. Skenario awalnya menggunakan bahasa Indonesia, baru setelah itu dibahasajawakan.

Misdinar Baciro merasa tidak akan mampu sukses tanpa bantuan segenap umat dan komunitas yang ada di paroki. Oleh karena menyadari itu, para pengurus meminta bantuan beberapa komunitas paroki untuk membantu latihan, seperti lektor dan perikob kitab suci. Nah, kebetulan di Misdinar Baciro ada yang bersekolah di SMKI Bantul, hal ini mempermudah persiapan lomba fesbud yang ingin diikuti. Setelah konsep gendhing dan tarian sudah ada, latihan pun dimulai. Adik-adik yang belum pernah menari pun dilatih dengan sabar oleh rekan-rekan pengurus, mulai dari mendak sampai megol. Hebatnya, dua minggu sebelum lomba para penari sudah tempuk gendhing. Hasil ini membuat latihan lebih nyaman karena bisa penyesuain antara niyaga dan penari. Masalah yang masih muncul adalah durasi. Waktu 10 menit yang disyaratkan panitia cukup merepotkan. Alhasil, para sinden (vocal group [VG] Misdinar Baciro yang terbentuk dua tahun lalu karena lomba BKSN juga) harus sedikit “berlari” saat pembuka. Hari Kamis, 8 Oktober 2009, waktu terbaik yang tercatat adalah 9 menit 45 detik.

Misdinar Baciro hendak membawa nama paroki, karena itu pada hari Sabtu 10 Oktober 2009, para pemain lomba fesbud pentas di depan segenap umat saat homili ekaristi. Hal ini dilakukan untuk menggalang dukungan dan menggalang dana karena biaya sewa kostum tidak murah (apalagi pemainnya sampai 25 anak). Dari dukungan segenap umat, Misdinar Baciro maju lomba dengan mantap.

Lomba berjalan dengan meriah dan Puji Tuhan karena tidak turun hujan. Dengan nomor undian pertama, lomba lektor diikuti terlebih dahulu, lalu lomba perikop dan kemudian CCA. Lomba fesbud sendiri, Misdinar Baciro mendapat undian ketiga. Saat pentas fesbud dari Misdinar Baciro hampir semua penonton yang membawa kamera dan handycam mengambil gambar. Bukan bermaksud sombong, tapi bisa dibilang penonton terpukau pada penampilan Misdinar Baciro, sampai-sampai gong peringatan 8 menit dari panitia tidak dibunyikan lho. Setelah pentas, tepuk tangan riuh rendah membahana dari segenap penonton dan ibu-ibu Paroki Baciro. Kabar yang tidak kalah menggembirakan adalah lomba CCA maju ke final. Dengan segenap dukungan dari seluruh Misdinar Baciro di tempat, kontingen CCA Baciro juara pertama. Beberapa menit kemudian, lomba fesbud sudah menampilkan seluruh peserta. Tak berselang lama, pengumuman para juara disampaikan. Pada lomba kali ini, Misdinar Baciro menyabet tiga piala, yaitu: Lomba CCA sebagai juara pertama, Lomba Perikob Kitab Suci sebagai juara kedua, dan (yang paling heboh saat diumumkan) Lomba Festival Budaya Nusantara sebagai juara pertama.

Prestasi yang luar biasa ini membanggakan bagi paroki. Setelah proses ini selesai, tawaran pentas di beberapa tempat kembali muncul. Begitu halnya dengan VG yang akan pentas di beberapa tempat pada dua bulan ini karena kemarin sempat manggung juga di lomba BKSN Nandan. Tapi semua prestasi itu tidak membuat Misdinar Baciro menjadi lupa pada dirinya sendiri dan esensi keberadaannya di dalam gereja. Tugas pelayanan ekaristi tetap dijalani dan bahkan dengan semangat baru.

“...di dalam genggam tangan kasih-Mu,

kami Putra-Putri Altar-Mu,

bertugas dan mengabdi,

layani Kurban Misa Suci...”


Baciro, 14 Oktober 2009





Untuk foto lebih banyak, klik di sini